Senin, 01 April 2013

VISI SMA NEGERI 3 BATAM

Mewujudkan SMA TELADAN dengan warga sekolah yang Taqwa, mempunyai siswa dengan rasa Empati, berwawasan Lingkungan hidup,  menjadi Andalan masyarakat, budaya Disiplin  dan suasana Aman dan Nyaman, dengan membudayakan seni dan tradisi lokal, serta mampu bersaing di era globalisasi melalui penguasaan IPTEK.


MISI SMA NEGERI 3 BATAM

1.      Meningkatkan  profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan serta lulusan yang ber-IMTAQ dan ber-IPTEK.

2.    Mempersiapkan peserta didik untuk mampu berprestasi di bidang akademik dan non akademik tingkat nasional dan internasional

3.    Menanamkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan hidup untuk semua warga sekolah.

4.   Menanamkan kedisiplinan melalui budaya tertib, budaya kerja yang aman dan nyaman baik di lingkungan sekolah mau pun masyarakat.

5.   Menumbuhkan penghayatan terhadap budaya dan seni daerah sehingga menjadi salah satu sumber  kearifan berperilaku dan bermasyarakat.


Tujuan SMA Negeri 3 Batam


1.   Membekali pendidik dan tenaga kependidikan dengan Imtaq dan kemajuan  IPTEK untuk meningkatkan profesionalisme dan kreatifitas.
2.   Mempersiapkan peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
3.   Mengembangkan konsep pendidikan berkarakter dengan mengedepankan rasa kepedulian terhadap sesama.

Kamis, 21 Juni 2012

KULIAH MULTIMEDIA DAN JARINGAN

Kuliah Multimedia Dalam Jaringan

Kuliah Multimedia Dalam Jaringan merupakan kuliah yang lumayan menyenangkan, dengan mengikuti semua perkuliahannya kita mendapat ilmu-ilmu tentang "Multimedia Dalam Jaringan". Kita bisa membuat sendiri streaming audio maupun video agar bisa didengar oleh banyak orang. Di halaman ini saya akan memposting beberapa materi yang di sampaikan oleh dosen saya. Langsung saja saya kasih link downloadnya :



  • Multimedia Networking (DOWNLOAD)
  • IPTV and Internet Video (DOWNLOAD)
Selain di beri teori dikelas saya juga mendapat beberapa ilmu tambahan dengan adanya praktikum di lab, sehingga saya bisa mencoba lalu mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. berikut beberapa tutorial praktikum yang saya dapat :
Sekian dulu tutorial dari saya, terimakasih sudah mengunjungi blog saya.

Selamat Mencoba, semoga ilmu yang saya share bermanfaat.
Good Luck

Rabu, 09 Mei 2012

Kisah Perjalanan : Habibie & Ainun



“Terimakasih Allah, Engkau telah lahirkan Saya untuk Ainun dan Ainun untuk Saya...“
 
(Potongan doa Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang diamini istrinya, Ibu Ainun Habibie dengan anggukan kepala tepat pada hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke 48, 12 Mei 2010, di Intensive Station I-3 LMU Klinikum Universitas Muenchen).

Kisah ini diawali dari pertemuan dua insan pada tanggal 7 Maret 1962 di kediaman Keluarga Besari di Jalan Rangga Malela no. 11 B Bandung. Saat itu Habibie muda yang baru pulang dari Jerman untuk liburan di Indonesia diajak oleh adiknya, Fanny (J.E. Habibie) untuk bersilaturahmi ke kediaman keluarga Ainun yang sedang bersiap untuk merayakan malam takbiran Idul Fitri tahun itu. Tanpa sengaja Habibie berjumpa kembali dengan Ainun di ruang makan duduk seorang diri mengenakan celana blue jeans dan sedang menjahit. 

Betapa terkejutnya Habibie melihat Ainun telah menjadi wanita dewasa yang cantik dan anggun hingga seketika berseru “Ainun, Kamu cantik, dari gula jawa menjadi gula pasir”.

Dengan tenang sambil tersenyum Ainun membalas “Rudy, kapan kamu tiba dari Jerman?”.

Keduanya telah tidak bertemu lebih dari 7 tahun sejak lulus SMA. Mereka sama-sama sekolah di SMA Kristen di Jalan Dago. Suatu hari karena kesal sering dijodoh-jodohkan dengan Ainun oleh para guru karena sama-sama berbadan kecil, paling muda di kelas dan pintar dalam ilmu pasti, Habibie mendatangi Ainun yang sedang duduk bersama teman kelasnya. Tanpa alasan apapun langsung berkata tidak sopan “Mengapa kamu begitu hitam dan gemuk?”

Namun setelah malam itu, Habibie tidak akan pernah bisa melupakan pandangan mata dan senyuman lembut Ainun sampai kapanpun. Besoknya ketika Habibie mengajak Ainun bertemu lagi, beberapa kawan mereka berujar “Rudy, kamu mau jadikan Ainun pacarmu? Kamu harus tau diri! Sainganmu anggota keluarga terkemuka Indonesia yang berpendidikan lebih tinggi, lebih kaya, lebih ganteng dan lebih besar dari kamu! Kamu siapa? Sepeda motor saja tidak punya!..”.

Dengan keyakinan dibalas Habibie “ Saya percaya takdir seseorang ditentukan Allah SWT. Jikalau memang Ainun ditakdirkan untuk Saya dan Saya ditakdirkan untuk Ainun, maka Insya Allah Ainun akan menjad istri saya dan Saya menjadi suami Ainun”.

Akhirnya Habibie memberanikan diri mengajukan pertanyaan “Apakah Ainun sudah memiliki kawan dekat?” karena tidak dibalas, maka Habibie mengulangi pertanyaannya sekali lagi. Setelah itu Ainun berhenti, sambil memandang mata Habibie, Ainun menjawab “Saya tidak memiliki kawan atau teman dekat dan khusus”

Karena cuti Habibie di Indonesia hanya 3 bulan, maka mereka sepakat untuk menikah sebelum Habibie kembali ke Jerman. Dengan dukungan penuh kedua keluarga, akhirnya Akad nikah dilaksanakan tanggal 12 Mei 1962 dengan adat Jawa di kediaman keluarga Besari. Seketika lingkungan kehidupan habibie berpindah dari Ibu yang membesarkannya, karena ayahnya telah meninggal tahun 1950 ketika memimpin shalat Isya di atas Sajadah, ke istri yang akan mendampinginya membentuk keluarga. 

Ainun yang waktu itu telah menjadi dokter di RSCM memutuskan ikut dengan Habibie ke Jerman meninggalkan keluarga, sahabat dan pekerjaannya untuk mendampingi suami menyelesaikan program doktor di bidang konstruksi ringan. Hidp di Aachen Jerman, dengan gaji asisten Professor dan Peneliti yang sebesar DM 1.300 (sekitar 680 Euro), Habibie mulai kewalahan karena harus membiayai kedupannya bersama Ainun. Banyak pengeluaran seperti asuransi, sewa tempat tinggal dan transportasi yang cukup menguras keuangan mereka. Untuk itu Ainun dan Habibie rela hidup hemat mengurangi pengeluaran dengan pindah tempat tinggal ke pinggir kota dan kadang berjalan kaki melewati kuburan dalam cuaca dingin untuk menghemat uang transport.

Karena harus mempersiapkan kelahiran bayi pertama maka kesulitan keuangan keluarga kecil ini semakin bertambah. Semuanya dikerjakan sendiri. Habibie membelikan mesin jahit untuk ainun dengan dicicil, agar bisa menjahit sendiri. “Maafkan, kemampuan saya hanya ini”.

Ainun mencium Habibie dan menjawab dengan pandangan mata dan senyuman “Kamu sudah memberi yang lebih indah dari semuanya.. Saya mengandung bayimu, anakmu dan keturunannmu”. Kemudian mereka bersyukur sambil berpelukan memanjatkan Al-Fatihah bersama.

Habibie kemudian mengajukan ijin bekerja di perusahaan kereta api Jerman untuk menambah penghasilan. Ia bekerja mendesain gerbong kereta menggunakan teknologi konstruksi ringan. Tantangannya adalah menyalurkan gaya 200 T yang diterima gerbong melalui seluaruh permukaan kulit gerbong kereta. Dengan kerja keras dan dukungan istri, Habibie berhasil dan membantu perusahaannya mendapatkan kontrak. Demikian pula dengan riset S3 mengenai metode thermoelastisitas untuk menghitung tegangan akibat pemanasan kinetik pada sayap pesawat terbang. Habibie sempat sampai pada kesimpulan teorinya salah total, sehingga usahanya meraih gelar doktor bisa gagal. Namun dengan ketenangan Ainun disertai tatapan mata dan senyumnya memberi masukan “Saya yakin bahwa semua yang dikembangkan Rudy sudah benar. Mungkin ada kesalahan pada angka masukan yang begitu banyak. Mengenal kemampuanmu, Saya sangat yakin akan keunggulanmu”. Dan memang benar apa yang dikatakan Ainun. Inilah yang membuat Habibie menamai anak pertama yang kemudian lahir “Ilham Akbar”, mengingat Ainun selalu memberinya Ilham dalam dalam hidup. Habibie akhirnya meraih gelar Dr. –Ing. pada tahun 1965.

Selepas mendapat gelar doktor, Habibie segera mendapat tawaran untuk melanjutkan riset di bidang thermoelastisitas untuk dapat menjadi guru besar di RWTH- Aachen. Ada juga tawaran bergabung dengan Boeing. Namun akhirnya Habibie lebih memilih bergabung dengan perusahaan pesawat yang tergolong masih kecil di Hamburg bernama HFB agar dapat lebih banyak mengambil ilmu yang kelak bisa di manfaatkan bagi pembangunan bangsa. Gaji awalnya sebesar DM 2.500. Sebagai Doktor termuda di perusahaan, Habibie sering dimintai konsultasi oleh rekan-rekannya. Bahkan sebagian mencoba menguji kemampuannya. Hari-hari Habibie menjadi sangat sibuk hingga tidak sadar bahwa Ainun telah mengandung lagi. Thareq Kemal lahir Tahun 1966.

Karena kecerdasan dan kerja kerasnya dalam menyelesaikan beberapa project dengan memuaskan, karir Habibie terus menanjak. Tahun itu Habibie mendapat kunjungan dirjen pendidikan tinggi Departemen Pendidikan yang memberikan ijin bekerja dengan catatan jika negara memerlukan maka Habibie harus segera pulang. Tahun yang sama Habibie pulang ke Indonesia untuk menghimpun data mengenai fasilitas dirgantara nasional yang mungkin akan dikembangkanya nanti. Ainun memanfaatkan waktu selama di Indonesia untuk mengenalkan Indonesia kepada Ilham dan Thareq, juga kepada kerabat-kerabat dan kawan lamanya.

Habibie dan Ainun memutuskan pulang ke Indonesia pada tahu 1974 saat mengepalai pengembangan iptek untuk perusahaan gabungan MBB. Waktu itu keadaan keuangan keluarga Habibie telah mapan. Ainun merelakan diri untuk mengurus sekolah anak-anak lebih dahulu sebelum pulang. Mereka merelakan meninggalkan rumah yang baru dibangun di Kackerbeck. Habibie juga menolak tawaran menjadi warga Jerman, serta tawaran mengembangkan tekhnologi dari Presiden Marcos di Filipina. Kepulangan Habibie tidak lepas dari peran Ibnu Sutowo sebagai Dirut Pertamina waktu itu, yang ditugaskan oleh Presiden Suharto untuk memulangkan Habibie.

Presiden Suharto mempunyai visi untuk mengembangkan kemampuan penguasaan tekhnologi bangsa Indonesia sehingga bisa bersaing dengan negara maju. Untuk mengakomodir visinya dibentuklah Divisi Advance Technology Pertamina. Disinilah Habibie mulai bekerja mengembangkan dasar-dasar penguasaan tekhnologi bangsa ini. Pembangunan IPTN dimulai dari tahun 1975 dengan banyuan “kader teknologi” yang pulang ke tanah air. BPPT didirikan tanggal 21 Agustus 1978 menggantikan Divisi ATP. Pada tahun 1978 itu juga Habibie di lantik menjadi Menristek. Habibie juga turut mengembangkan industri strategis nasional seperti PT. IPTN, PT. PAL, PT Pindad dan PT Inka.

Pesawat pertama hasil produksi PT IPTN dan CASA terbang perdana pada tahun 1984. Menyusul kemudian pesawat pertama yang murni diproduksi PT IPTN N 250 terbang perdana 10 Agustus 1995. Salah satu pesawat tercanggih dikelasnya waktu itu. Hal ini menumbuhkan kebanggan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Atas proposal yang diajukan mahasiswa Universitas Brawijaya bernama Erik Salman Habibie bersama tokoh muslim Indonesia mendirikan ICMI tanggal 7 Desember 1990. Atas dukungan Presiden Suharto dan 49 Ilmuwan Habibie menjadi ketua ICMI. Disini Habibie turut berpartisipasi dalam pendirian Harian Umum Republika yang kemudian melahirkan lembaga Dompet Dhuafa. Bank Muamalat dan Yayasan Orbit juga berdiri atas andil ICMI.

Selama mendampingi Habibie menjadi pejabat dengan pekerjaan yang sangat padat, Ainun selalu memberikan dorongan dan semangat dengan senyuman lembutnya. Ainun juga terlibat dengan berbagai kegiatan yang bersifat kemanusiaan. Seperti orang tua asuh dan panti jompo.

Mulai tahun 1996, Ainun mulai bermasalah pada pernafasan dan jantung. Atas saran Dokter Rumah Sakit MMC Ainun dibawa ke rumah sakit di Bad Oeynhausen Jerman. Saat itu tidak ada kamar kosong yang tersedia. Namun Habibie bersikeras menggunakan kamar darurat. Mereka mendaftarkan 2 pasien agar Habibie bisa berbaring disebelah Ainun meski dokter menyarankan menginap di hotel. Firasat Habibie benar, malam itu Ainun mengalami serangan jantung dan harus segera dioperasi. Operasi sukses dilaksanakan dengan mengganti klep jantung. Semenjak saat itu Habibie memutuskan untuk mundur dari kabinet periode mendatang untuk lebih memperhatikan Ainun dan membayar waktu Ainun dan anak-anak yang telah dirampas pekerjaannya selama ini.

Namun takdir mengatakan lain, Presiden Suharto mengangkatnya menjadi Wakil Presiden tahun 1998. Ainun kembali mengalah. Tak lama kemudian reformasi bergulir dan Habibie di angkat menjadi Presiden RI ke 3 menggantikan Suharto yang mengundurkan diri.

Salah satu alasan Habibie tidak mau dicalonkan lagi menjadi presiden tahun 1999 adalah kesehatan Ainun yang kembali memburuk.Habibie memilih mendirikan The Habibie Center (terinspirasi Carter Center) agar tetap bisa berperan dalam pembangunan tanah air. 

Bulan Mei 2000, Ainun kembali dibawa ke Jerman karena kondisi kesehatannya. Sistem kekebalan tubuh Ainun menurun, sehingga tidak diperkenankan tinggal di daerah khatulistiwa. Pasangan ini menghabiskan waktunya di pusat rehabilitasi Jerman, Swiss, Spanyol, Austria dan Hongaria berdua. Mengunjungi pusat-pusat kebudayaan eropa. Menikmati kasih sayang dan cinta sejati mereka di usia senja. Habibie tak pernah meninggalkan istrinya sendirian. Dia menemani Ainun kemanapun. Baru tahun 2004 Ainun diperbolehkan pulang ke Indonesia. Itupun tidak boleh lebih dari 3 bulan. Sesuai saran dokter, Habibie mambawa Ainun menikmati udara laut, berlayar dengan Queen Marry, Queen Elizabeth dan Queen Victoria yang mempunyai fasilitas kesehatan lengkap. Mengarungi Perairan Eropa dan Karibia. Mengunjungi banyak negara seperti Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan berdua saja. Ainun dan Habibie sangat menikmati masa ini, karena mereka bisa menjadi wisatawan pertama kalinya berdua saja. 

Mereka menonton Madame Butterfly karya Giacomo Pucini di Sidney Opera House setelah sebelumnya pernah menyaksikan Opera Love Story La Boheme di National Theatre Muenchen sambil berpegangan tangan dan menangis. Mereka juga pergi ke sebuah bukit di Nagasaki, setting terjadinya Love Story Madame Butterfly. 

Selama hidup bersama Habibie, Ainun rutin melaksanakan puasa senin-kamis berdua. Membaca Alquran pada malam hari hingga beberapa juz. Dalam waktu penyembuhannya Ainun dan Habibie beberapa kali mampir di Mekah untuk menunaikan Umroh. Hubungan cinta antara mereka menciptakan semacam telepati, yang memungkinkan bisa berkomunikasi tanpa bicara. Cukup dengan tatapan mata. Bahkan jika mereka tidak berada di lokasi yang sama. Hal ini bahkan telah diakui oleh dokter-dokter di Jerman.

Cinta ini yang kemudian dinamakan Habibie sebagai “Cinta sejati, suci, murni, abadi..”. Habibie merasakan bahwasanya dia dan Ainun telah menyatu “ Manunggal roh, jiwa..”. 

Pada Maret 2010, Habibie membatalkan rencananya berlayar dengan kapal Queen Victoria setelah hasil pemeriksaan MRI di rumah sakit MMC menunjukan adanya kanker ovarium satdium 3 atau 4 pada tubuh Ainun. Segera dibawanya Ainun ke Jerman dengan pesawat Luthfansa. Setelah 10 jam terbang, Ainun mengalami kesusahan bernafas sehingga harus dibantu tabung oksigen. Penerbanganpun dipercepat hingga 30 menit. Ainun langsung dijemput dengan ambulans. Sesampainya di rumah sakit LMU- Muenchen, Habibie berjanji akan terus berada di sisi Ainun, setidak-tidaknya satu atap. Selama dua bulan Habibie tidak keluar dari rumah sakit untuk menemani Ainun menjalani belasan kali operasi dan therapy.

Dalam kondisi kritis Ainun masih memikirkan yayasan-yayasan yang dia kelola. Seolah-olah semua harus tuntas sebelum dia meninggal. 

Karena terlalu memperhatikan kesehatan isterinya, kondisi fiik Habibie menurun. Suatu hari Habibie baru dibolehkan masuk ke ruangan ICCU pukul 12.00 karena dilarang dokter, ketika masuk Ia mendapati isterinya menangis. 

Habibie pun bertanya “Ainun, mengapa menangis? Sakit?” Ainun menggelengkan kepalanya karena dimulutnya dipasang alat pernafasan.

“Takut sama peralatan ini?” Ainun kembali menggelengkan kepalanya.

“Saya mengerti sekarang. Kamu mengira telah terjadi sesuatu pada saya?” Sambil menangis Ainun mengangguk. Mereka bertatapan mata, dengan perasaan sama seperti ketika bertemu pada 7 Maret 1962.

Tanggal 12 Mei 2010 di rumah sakit LMU-Muenchen Habibie dan Ainun merayakan ulang tahun ke 6 Windu atau 48 tahun pernikahan mereka dalam keadaan memprihatinkan. Habibie memanjatkan doa yang diamini Ainun dengan anggukan kepala. Doa yang berisi ucapan terimakasih kepada Allah karena telah menyatukan mereka dalam cinta sejati yang indah. Ketika diperkenankan Habibie mendampingi Ainun tidur bersebelahan sambil berpegangan tangan, memandikan Ainun dengan air zam-zam.

Ketika dokter meminta izin untuk melakukan operasi ke 13 pembersihan jaringan kanker pada Ainun, dengan kesal Habibie bertanya “Anda sudah mengoperasi istri saya 13 kali dan hasilnya makin memprihatinkan. Apakah jika Istri saya dioperasi lagi anda dapat menggaransi keadaan Ainun menjadi lebih baik? Kalau anda dapat memberi garansi saya akan menyetujuinnya”.

Jawabab dokter “Kami tidak dapat memberi garansi”

“Kalau demikian, apa gunanya istri saya dioperasi lagi. Saya serahkan kepada Tuhan. Saya hanya memohon agar anda tidak memberi rasa sakit lagi kepada istri saya”.

“Apakah Anda membenarkan kebijaksanaan Saya?”

Dokter serentak menjawab “Kebijaksanaan Prof. Habibie sudah tepat, jika kami dalam keadaan Prof Habibie, Kami akan mengambil keputusan yang sama”

Seketika Habibie menangis didepan para dokter, dan meminta agar jika sudah waktunya Ainun meninggal, maka jangan diperlihatkan monitor denyutan jantungnya. Habibie takut menjadi histeris. Dokter menyanggupi permintaan Habibie. Mereka menyatakan kagum dengan cara Ainun an Habibie menghadapi semua ini dengan cinta yang murni. “Kami banyak belajar selama dua bulan ini, semoga Tuhan melindungi Anda berdua “.

Tanggal 22 Mei 2010 Pukul 17.20, Profesor memberi tahukan kepada Habibie bahwa waktu Ainun telah hampir tiba. Habibie membisikan syahadat ke telinga Ainun sambil mengelus tangan dan kepala istrinya. Pukul 17.30 Waktu Muenchen Ainun meninggal dunia.

“INNAA LILLAHI WA INIAA ILAIHI ROJI’UUN, AINUN Saya sangat cinta padamu”

Setelah Ainun meninggal banyak simpati berdatangan dari berbagai kalangan. Dari Presiden hingga anak kecil berumur 10 tahun yang mengirim surat “Yth. Bapak Habibie yang saya sayangi, Namaku Zahra umur 10 tahun. Aku mau bilang, jangan bersedih lagi ya pak. Bapak harus tersenyum. Saya yakin Ibu Ainun sekarang sudah di surga…” pada lembaran kedua terdapat empat bait lagu ciptaannya dan Ibunya.

Hingga hari ke 100, setiap hari Habibie berziarah ke makam Ainun. Setelah melalui proses berfikir menggunakan filsafat dan kepercayaan agama, akhirnya Habibie mulai Ikhlas merelakan kepergian Ainun. Dengan keyakinan suatu saat mereka akan dipertemukan kembali di akhirat. Setiap hari sehabis sholat lima waktu Habibie memanjatkan doa yang mereka panjatkan bersama di rumah sakit Muenchen.

Ini adalah kisah nyata Cinta dua orang manusia yang diabadikan lewat memoar karya B.J. Habibie berjudul “Habibie & Ainun” sebagai persembahan kepada istrinya Hasri Ainun Habibie. B

Selasa, 01 Mei 2012

Setting Mikrotik Sebagai Gateway Dengan Winbox

Mikrotik sebagai gateway adalah salah satu konfigurasi yang paling sering ditemui selain sebagai manajemen bandwidth. Mikrotik sebagai gateway maksudnya adalah router mikrotik dimanfaatkan sebagai pintu gerbang tempat keluar masuknya paket dari dan ke internet, jadi semua paket akan dilewatkan melalui Mikrotik. Topologi yang digunakan pada jaringan model ini sangat sederhana, karena konfigurasi ini juga adalah konfigurasi dasar bagi seseorang yang ingin belajar tentang Mikrotik. Setiap orang yang ingin belajar tentang Mikrotik harus bisa melakukan konfigurasi ini. Berikut gambar yang saya buat untuk menggambarkan topologinya.
Settingan yang digunakan juga sangat sederhana. Berikut ini akan saya perlihatkan settingan Mikrotik sebagai gateway menggunakan Winbox. Disini saya menggunakan PC Router yang saya instal Mikrotik versi 3.20 dan saya pasangkan 2 buah kartu jaringan, dimana pada port pertama saya colokkan kabel yang berasal dari ISP, dan port kedua saya colokkan ke Switch yang terhubung ke LAN. Anda juga bisa menggunakan Router Board, sama saja.
1. Persiapan Awal
  • Hidupkan PC Router
  • Pastikan semua sudah terpasang dengan baik seperti topologi diatas.
  • Nyalakan salah satu komputer client untuk mensetting PC Router Mikrotik menggunakan Winbox. Kalau belum punya software Winbox, silahkan download di situs Mikrotiknya.
  • Jalankan Winboxnya.
  • Maka akan muncul jendela kecil, yaitu tampilan awal dari Winbox.
  • Klik tombol yang memiliki tiga titik […] disamping tombol [Connect]
  • Jika Routernya sudah terkoneksi dengan baik ke LAN, maka akan muncul sebuah list yang berisikan MAC Address dan IP Address.
  • Klik saja MAC Addressnya, lalu klik [Connect]
  • Maka akan muncul jendela admin dari router Mikrotik yang diremote menggunakan Winbox.
  • Apabila PC Router Mikrotik yang Anda gunakan ini sebelumnya sudah pernah disetting, maka lakukanlah reset ulang agar semua settingan kembali seperti awal pada saat belum dilakukan setting apapun. Caranya adalah klik tombol [New Terminal].
  • Maka akan muncul sebuah jendea yang memiliki latar belakang putih.
  • Ketikkanlah pada jendela putih itu tulisan, [system reset], jika diminta memilih Yes atai No, pilih saja Yes dengan menekan tombol [Y].
  • Setelah di reset biasanya router akan terdisconnect, konekkan kembali dengan langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  • Maka akan muncul jendela yang menanyakan, apakah akan menggunakan settingan default dari Mikrotik atau ingin menggunakan settingan sendiri. Klik [Remove Configuration] karena kita akan melakukan settingan sendiri.
  • Lalu agar mudah untuk diidentifikasi berikanlah nama untuk router yang digunakan. Dari [System] > [Identify]. Ketikkan nama router yang Anda inginkan, klik [Ok]. Disini saya memberikan nama [Gateway]. Sampai disini router sudah siap untuk dikonfigurasi.
2. Memberikan Komentar Pada Interface
Selanjutnya adalah memberikan komentar pada masing-masing interface agar mudah kita kenali, mana yang untuk ke ISP dan mana yang untuk ke LAN:
  • Klik [Interface].
  • Klik pada interface [ether1].
  • Klik icon yang bergambar kertas berwarna kuning, lalu isika komennya. Disini saya memberikan komen [TO INTERNET], karena interface ini yang akan menuju internet.
  • Begitu juga untuk [ether2]. Saya berikan komen [LOKAL]. Karena interface ini yang akan terhubung langsung ke jaringan lokal [LAN].
3. Memberikan IP Address
Untuk memberikan IP Address lakukan langkah berikut ini:
  • Klik [IP]
  • Pilih [Address]
  • Maka akan muncul jendela baru. Klik tanda [+] berwarna merah yang berada di sisi kiri atas dari jendela baru yang muncul tadi.
  • Ketikkan IP Address yang mengarah ke internet beserta subnetnya. Misalnya saya masukkan 10.10.1.1/24. Disini saya menggunakan simulasi, jadi jangan heran saya memasukkan IP Address seperti itu. Untuk Anda, silahkan Anda sesuaikan sendiri.
  • Setelah memasukkan, klik [Apply], maka akan muncul [Network Address] dan [Broadcast Addressnya].
  • Pilih interface yang mengarah ke internet, disini saya memilih [ether1].
  • Berikan komentar agar mudah dikenali dengan mengklik [Comment]. Berikan komentar Anda, disini saya memberikan komentar [IP Internet]
  • Klik [Ok]
Dengan langkah diatas kita telah menambahkan IP Address yang mengarah ke internet, selanjutnya adalah menambahkan IP Address yang mengarah ke jaringan lokal. Untuk caranya sama dengan langkah diatas, yaitu:
  • Klik lagi tanda [+] berwarna merah.
  • Ketikkan IP Address yang mengarah ke jaringan lokal beserta subnetnya. Misalnya saya masukkan 192.168.1.254/24. Untuk Anda, silahkan Anda sesuaikan dengan selera.
  • Setelah memasukkan, klik [Apply], maka akan muncul [Network Address] dan [Broadcast Addressnya].
  • Pilih interface yang mengarah ke lokal, disini saya memilih [ether2].
  • Berikan komentar agar mudah dikenali dengan mengklik [Comment]. Berikan komentar Anda, disini saya memberikan komentar [IP Lokal].
  • Klik [Ok]
4. Menambahkan Routing Table
Agar jaringan lokal bisa melakukan akses ke jaringan luar (internet), maka harus dibuat routing table. Agar paket memiliki arah tujuan yang jelas dan paket tersebut tahu bagaimana cara dia menuju tujuannya, caranya adalah:
  • Klik [IP]
  • Klik [Routes], maka akan terlihat 2 buah routing default.
  • Klik tanda [+] yang berwarna merah dibagian atas, maka akan muncul jendela baru.
  • Pada [Destination] biarkan dengan [0.0.0.0/0].
  • Pada [Gateway] isikan IP Address yang menjadi gateway dari router Anda. Disini saya memasukkan [10.10.1.254].
  • Tambahkan komentarnya.
  • Klik [Ok].
5. Menambahkan NAT Rule
Tujuan membuat NAT rule adalah agar paket bisa dilewatkan ke jaringan luar atau internet. Agar paket yang berasal dari interface lokal [ethe2] bisa sampai ke tujuannya dengan melewati interface internet [ether1]. Caranya adalah sebagai berikut:
  • Klik [IP].
  • Pilih [Firewall].
  • Masuk ke tab [NAT].
  • Klik tanda [+] yang berwarna merah, maka akan muncul jendela [New NAT Rule].
  • Pada [Chain] pilih [srcnat].
  • Pada [Out Interface] pilih interface yang mengarah ke internet, yaitu [ether1].
  • Masuk ke ta [Action].
  • Pada [Action] pilih [masquerade].
  • Klik [Apply].
  • Tambahkan komentar jika perlu. Penuli menambahkan komentar [NAT Rule].
  • Klik [Ok] jika sudah selesai.
6. Memasukkan DNS
DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. caranya adalah sebagai berikut:
  • Klik [IP].
  • Pilih [DNS], maka akan muncul jendela [DNS].
  • Klik [Settings].
  • Pada [Primary DNS] masukkan DNS utama. Misalnya saya masukkan DNS Speedy yaitu [203.130.196.155].
  • Pada [Secondary DNS] masukkan DNS alternatif. Misalnya [8.8.8.8] yaitu DNS yang dibuat oleh Google.
  • Berikan centang pada [Allow Remote Requests].
  • Klik [Ok] jika sudah selesai.
7. Tes Konfigurasi
Setelah itu langkah terakhir dari seting di router adalah melakukan pengecekan apakah konfigurasi yang dilakukan sudah benar atau belum. Caranya adalah:
  • Klik [New Terminal].
  • Lakukan ping ke salah satu domain yang Anda inginkan. Misalnya [ping google.com]. jika sudah ada balasan, mkaa berarti router sudah berhasil terkoneksi ke internet.
8. Tes Konfigurasi di Klien
Selanjutnya adalah melakukan tes koneksi ke internet dari klien, namun sebelumnya IP Address dari klien harus diatur sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat. Berikut adalah konfigurasi klien sesuai dengan konfigurasi yang penulis buat dari Windows XP:
IP Address : 192.168.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.1.254
Preferred DNS : 203.130.196.155
Alternate : 8.8.8.8
Lakukan ping dari Command Prompt ke salah satu domain di internet, misalnya google.com dengan mengetikkan perintah [ping google.com]. jika ada reply itu berarti konfigurasi sudah berhasil. Jika belum coba lebih teliti lagi dalam melakukan konfiurasi. Selamat mencoba.